Melanoma, Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya Agar Terhindar Dari Penyakit Ini

Melanoma, Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya Agar Terhindar Dari Penyakit Ini

Menantu Hatta Rajasa, Adara Taista meninggal dunia beberapa bulan lalu dikarenakan terserang penyakit kanker kulit.

Dilansir dari tribunnews.com, Istri dari Rasyid Rajasa ini diketahui meninggal di Rumah Sakit Moriyama Memorial, Tokyo

Wanita yang sering dipanggil Dara itu menghembuskan nafas terakhirnya di Tokyo, Jepang setelah berjuang melawan kanker kulit melanoma.

Hatta Rajasa menyampaikan berita tersebut dalam wawancaranya bersama Tribunnews.com

“Adara menderita sakit yang disebut dokter kanker melanoma. Melanoma itu yang lazimnya disebut kanker kulit namun tidak berada di permukaan tetapi berada di dalam permukaan,” ujar Hatta Rajasa di pemakaman Adara di

Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).

Disebut sebagai tipe kanker kulit yang ganas hingga dapat mematikan, apakah sebenarnya melanoma itu?

Dilansir dari alodokter.com, ini penjelasan mengenai melanoma.
Kanker kulit melanoma adalah tipe kanker yang berkembang pada melanosit, sel pigmen kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanin. Melanin inilah yang berfungsi menyerap cahaya ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan. Melanoma adalah tipe kanker kulit yang jarang dan sangat membahayakan. Dimulai dari kulit manusia dan dapat menyebar ke organ lain dalam tubuh. Kemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang telah ada biasanya menjadi pertanda awal atau gejala melanoma. Area pada tubuh dibawah ini juga bisa menjadi tempat muculnya melonoma, yaitu :

1. Wajah
2. Tangan
3. Punggung
4. Kaki

Melanoma memiliki bentuk yang tidak beraturan dan lebih dari satu warna. Tahi lalat yang terserang melanoma terasa gatal dan dapat mengalami pendarahan, selain itu, ukurannya juga bisa melebihi tahi lalat normal. Untuk membedakan antara tahi lalat normal dan melanoma, daftar ABCDE dikembangkan untuk disebar luaskan di masyarakat.

Melanoma, Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya Agar Terhindar Dari Penyakit Ini

Hingga saat ini sesuai data WHO, ada sekitar 132.000 kasus melanoma muncul tiap tahunnya di seluruh dunia. Pada 3 kasus kanker ditemukan satu kasus kanker kulit melanoma dan diperkirakan ini akan terus meningkat sebab lapisan ozon di langit yang terus menipis. Pengurangan lapisan ozon 10 persen saja bisa menyebabkan peningkatan insiden kanker kulit melanoma sebesar 4500 tambahan kasus baru.

Risiko melanoma lebih besar menyerang wanita yang berusia di bawah 40 tahun. Kanker kulit jenis ini dapat berakibat fatal jika tidak dideteksi dan didiagnosis sejak dini.

Penyebab Kanker Kulit Melanoma

Melanoma terjadi ketika sel-sel pigmen kulit berkembang secara tidak normal. Namun kini belum diketahui mengapa hal ini terjadi. Beberapa orang yang beranggapan penyebab munculnya melanoma dikarenakan kulit yang terlalu sering terpapar sinar ultraviolet (UV) baik yang alami atau buatan. Namun, ternyata tidak semua orang yang sering terpapar UV menjadi penderita melanoma. Para peneliti masih berusaha mencari tahu penyebabnya. Meski faktor yang diketahui bisa meningkatkan kemungkinan terjangkit melanoma adalah mempunyai banyak tahi lalat atau bintik di kulit, berkulit pucat dan gampang terbakar, mempunyai anggota keluarga yang menderita melanoma, serta yang berambut merah atau pirang.


Diagnosis Kanker Kulit Melanoma

Dokter bisa mendiagnosa melanoma setelah melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan merujuk Anda untuk menemui dokter ahli kulit dermatologi atau dokter bedah plastik apabila mereka menyangka Anda menderita melanoma. Jadi bila Anda memperhatikan ada perubahan pada bentuk tahi lalat, langsung temui dokter.

Pada beberapa besar kasus yang ada, jaringan tahi lalat yang dianggap mencurigakan akan diangkat dengan pembedahan dan dipelajari apakah sudah menjadi kanker. Tapi ini dikenal dengan istilah biopsi. Untuk memeriksa apakah melanoma sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, prosedur biopsi nodus sentinel juga dapat dilakukan.

Salah satu prosedur utama pengobatan melanoma yaitu operasi, namun perlu diperhatikan bahwa penanganan yang dilakukan tergantung dengan kondisi Anda. Operasi dapat dilakukan jika melanoma terdiagnosis di tahap awal. Untuk mencegah melanoma muncul kembali, Anda  harus menjalani perawatan lanjutan. Cara penyebaran melanoma tidak terdiagnosis hingga pada tahap paling parah, perawatan yang dilakukan hanya dapat memperlambat penyebaran kanker dan meredakan gejala yang terjadi. Pada tahap ini, umumnya diperlukan obat-obatan, seperti kemoterapi. Namun saat ini sudah ada terapi stemcell yang bisa anda cari tahu lebih lanjut.  Karen bukti nyata orang selamat dari kanker sudah banyak melalui terapi stem cell ini.

Baca : Purtier Placenta, Metode Stem Cell/Terapi Sel Induk Metode Terbaru Anti Kanker , Bahkan Bikin Awet Muda !

Kemunculan kembali melanoma

Ada kemungkinan melanoma akan kembali jika sebelumnya Anda pernah menderita melanoma. Jika kanker sudah menyebar dan parah, maka risiko Anda terkena kembali akan meningkat.

Anda mungkin harus melakukan pemeriksaan secara teratur untuk memonitor kesehatan, khususnya jika tim penanganan kanker Anda merasa bahwa ada kemungkinan besar melanoma akan timbul kembali. Memeriksa apakah ada tumor di kulit dan kelenjar limfe Anda, biasanya Anda akan diajarkan caranya oleh tim dokter yang bertugas.

Perhatikan 10 Alarm Tubuh Ini Sebagai Tanda Bahaya Tubuh Sedang Diserang Penyakit Kanker

Melanoma, Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya Agar Terhindar Dari Penyakit Ini

Pencegahan Kanker Kulit Melanoma

Anda bisa menurunkan risiko terkena melanoma dengan menghindarkan kulit agar tidak terkena paparan cahaya ultraviolet langsung, baik  yang  natural maupun buatan,  sedangkan kemunculan melanoma tidak selalu karena hal ini. Penggunaan tabir surya dan pakaian yang lengkap untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang merusak.

Untuk meningkatkan keberhasilan penanganan dan supaya bisa mendapatkan diagnosis sejak awal, Anda dianjurkan untuk memeriksa tahi lalat dan bintik-bintik secara teratur dan berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published.