Sitokin, Badai Sitokin dan Bahayanya Bagi Penderita Covid 19

Sitokin, Badai Sitokin dan Bahayanya Bagi Penderita Covid 19

Baru saja 2 hari yang lalu tepatnya tangal 23 Agustus 2021, seorang kerabat meninggal dunia di usia yang masih terbilang muda yaitu usia 31 tahun.  Ia di vonis menderita Covid  sejak akhir bulan lalu sekitar tanggal 26-27 Juli 2021.  Ia berinisiatif untuk isoman di rumah selama 3 hari, lalu karena gejala semakin bertambah dan susah nafas maka ia berinisiatif untuk ke rumah sakit untuk dirawat.  Saya hanya mendapat berita dari keluarga, bahwa ia sudah dinyatakan negatif dalam 2 minggu dimasa perawatan.  Namun setelah itu, ia tak kunjung bisa bernafas dengan normal, bahkan semakin berat dan dada sangat sakit sekali.  Seluruh badan juga terasa sangat lelah. Setelah dicek, ternyata fungsi parunya sisa 10%, jadi 90% sudah mengalami kerusakan.  Kami semua serasa tidak percaya akan hal ini.  Seorang yang biasanya aktif dan sehat, diusia yang masih produktif kok bisa sampai separah itu.  divonis fungsi paru sisa 10%, saya sangat kaget mendengarnya.

Setelah mendengar kabar duka, Saya sempatkan untuk bertanya ke seorang dokter yaitu Dr Muh Basir Palu, SpA, MHA seorang dokter spesialis senior di Makassar, karena kami cukup dekat, maka saya sharing dan sering bertanya tentang kesehatan ke beliau. Ia mengatakan kemungkinan terkena gejala badai sitokin.  Lantas, saya lanjut bertanya, apa sih badai sitokin itu?

“Sitokin sendiri merupakan protein kecil yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh yang mulai diproduksi saat tubuh mengalami infeksi. Sitokin punya peran penting dalam membantu sistem kekebalan tubuh supaya berfungsi dengan baik. Tugas sistem kekebalan adalah mencari dan menghancurkan patogen (virus, bakteri, dll) yang menyerang dan mencoba membahayakan tubuh.  Dalam kasus ini, karena tubuh mendeteksi virus Covid 19, maka diproduksilah hormon sitokin tersebut.”

Beliau menambahkan lagi, “Terkadang sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi berlebihan dan melepaskan banyak sitokin  (over production of sitokin).  Apabila tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin justru biasanya balik merugikan tubuh karena dapat mengakibatkan peradangan pada organ tubuh tertentu.”

Jadi paru-paru adalah salah satu organ yang dapat terkena imbas dari serangan Sitokin berlebihan tersebut.  Semalam saya mendengar cerita Artis dan youtuber Dedy Corbuzier yang juga terkena Covid 19 dan fungsi parunya  rusak hingga 60%.  Dikatakannya, Akibat terserang badai sitokin, ia sempat mengalami kondisi kritis yang hampir merenggut nyawanya.

Ayo kita bahas tentang apa sih Sitokin, Gejala dan bagaimana cara menghindari terkena Badai Sitokin itu ya, Cantik Stylish!

Pengertian Sitokin

menurut Wikipedia, Sitokin adalah kategori luas dari protein kecil (~ 5-20 kDa ) yang penting dalam pensinyalan sel. Pelepasan sitokin mempengaruhi perilaku sel di sekitar mereka. Sitokin dapat terlibat dalam pensinyalan autokrin, pensinyalan parakrin, dan pensinyalan endokrin sebagai agen imunomodulasi. Perbedaan lebih jelas antara sitokin dari hormon masih terus diteliti lebih lanjut. Istilah sitokin bisa mencakup kemokin, interferon, interleukin, limfokin, dan faktor nekrosis tumor, tetapi umumnya bukan hormon atau faktor pertumbuhan (meskipun beberapa tumpang tindih dalam terminologi). Sitokin diproduksi oleh berbagai sel, termasuk sel imun seperti makrofag, limfosit B, limfosit T, dan sel mast, serta sel endotel, fibroblast, dan berbagai sel stroma.

Sitokin beraksi melalui pengikatan dengan reseptornya, dan sangat penting dalam sistem imun; sitokin memodulasi keseimbangan antara respon imun humoral dan respons imun selular, dan sitokin mengatur pematangan, pertumbuhan, dan responsivitas populasi sel tertentu. Beberapa sitokin meningkatkan atau menghambat aksi sitokin lain dengan cara yang kompleks.

Sitokin berbeda dari hormon, yang juga merupakan molekul pensinyalan sel yang penting, bedanya hormon bersirkulasi dalam konsentrasi yang lebih tinggi dan cenderung dibuat oleh jenis sel tertentu.

Sitokin terlibat penting dalam kesehatan dan penyakit, khususnya dalam respon inang terhadap infeksi, respons imun, peradangan, trauma, sepsis, kanker, dan reproduksi.

Kata sitokin berasal dari bahasa Yunani: cyto, dari bahasa Yunani “κύτος” kytos “lubang, sel” + kines, dari bahasa Yunani “κίνησις” kinēsis “pergerakan”.

Gejala Yang Perlu Diwaspadai

Penting untuk mengetahui apa saja gejala saat tubuh terserang badai sitokin. Karena semakin cepat pasien mengetahui, maka dapat segera mencari bantuan medis agar bisa ditangani dengan secepatnya. Jika dapat ditolong dengan segera, maka semakin kecil risiko organ tubuh akan mengalami kerusakan atau peradangan yang parah. Berikut ini beberapa gejala badai sitokin :

– Demam tinggi

– Peradangan (kemerahan dan bengkak)

– Ruam

– Kelelahan parah

– Mual parah

– Perubahan status mental

– Peningkatan denyut jantung

– Pernapasan cepat yang tidak normal

– Tekanan darah rendah

– Pembengkakan kelenjar getah bening

– Pembesaran organ, terutama hati dan limpa

Baca :

Suplemen Luar Biasa Purtier Placenta, Terapi Stemcel Terobosan Mutakhir Agar Bebas Penyakit dan Awet Muda

Cara Mencegah Badai Sitokin

Karena dapat menyebabkan kematian, maka sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk mencegah serangan ‘badai’ mematikan ini. Munculnya badai sitokin bisa dibilang sangat sulit diprediksi lantaran imunitas setiap orang bereaksi berbeda saat terserang Covid-19. Namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi.

– Jangan Sampai anda terkena Covid 19

Agar tidak terserang badai sitokin, sebisa mungkin jangan sampai terpapar Covid-19. Karena ini menjadi penyebab pemicu serangan ini. Jadi jangan lupa untuk selalu jaga protokol kesehatan, karena Covid 19 masih ada. Terapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak.

– Segera Ke Rumah Sakit

Bila anda terpaksa sudah terpapar Covid 19, penting untuk mewaspadai berbagai gejala badai sitokin. Kalau gejala terasa memburuk, sebaiknya langsung ke rumah sakit meski saturasi oksigen masih bagus. Dilansir dari kompas.com, dr RA Adaninggar, SpPD, spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa badai sitokin bisa diatasi bila si penderita melakukan pemantauan ketat selama infeksi Covid-19. “Waspada bila muncul demam tinggi setelah hari kelima, batuk/sesak yang tambah parah, dan penurunan bertahap saturasi oksigen,” ujarnya.

– Cegah Peradangan

Adanya serangan ‘badai’ mematikan ini dapat meningkatkan peradangan pada organ tubuh yang diserang. Oleh karena itu untuk mencegah serangan ‘badai’ ini lebih dahsyat, maka biasanya dokter akan mencoba untuk menyetop peradangan yang terjadi. Hal ini yang juga diungkapkan oleh dr Gunawan, spesialis penyakit dalam penjelasannya saat menangani Deddy Corbuzier yang terserang badai sitokin.

– Pola Hidup Sehat

Penting untuk biasakan pola hidup sehat, karena itu salah satu cara untuk menghindari terpapar Covid 19. Andaikan masih juga terpapar Covid 19, maka mereka biasa melakukan pola hidup sehat akan sangat membantu untuk mempercepat proses pemulihan tubuh yang terinfeksi virus.

– Olahraga teratur

Salah satu pola hidup sehat yang dapat dilakukan untuk mencegah badai sitokin yaitu dengan rutin berolahraga. Aktivitas olahraga secara teratur dapat menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh. Setidaknya, orang dewasa harus olahraga sedang selama 150 menit per minggu. Misalnya, olahraga 25 menit selama enam hari atau 30 menit selama lima hari. Rajin berolahraga secara teratur juga dapat menjaga kondisi paru-paru dalam keadaan yang prima, dengan begitu bisa mencegah efek peradangan semakin parah.

– Konsumsi makanan sehat

Cara lain untuk menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat. Pastikan untuk makan banyak buah dan sayuran, memasak daging dengan benar, dan tidak terlalu banyak mengonsumsi gorengan.

– Jaga makanan yang meningkatkan sistem kekebalan

Ada beberapa makanan yang diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu harus dihindari atau tidak dikonsumsi secara berlebihan. Jenis makanam itu seperti elderberi, jeruk, paprika merah, brokoli, pepaya, dan kiwi.

– Konsumsi makanan cegah peradangan

Di sisi lain, ada beberapa makanan yang dapat membantu mencegah peradangan dalam tubuh. Beberapa jenis makanan tersebut yaitu seperti kunyit, merica, thyme, oregano, makanan laut, minyak ikan, serai, rosemary, sage, dan delima.

– Jangan melakukan tindakan yang tidak menyehatkan

Jangan begadang, stress dan juga jangan merokok.  Dengan tidak merokok berarti Anda menjaga kondisi paru-paru tetap sehat. Dan andaikan terserang badai sitokin, maka paru-paru Anda akan lebih mampu melawan perdangan, dengan begitu sakit yang diderita tidak semakin parah dan dapat sembuh lebih cepat.

– Konsumsi Suplemen, terutama Vitamin D

Pasien Covid 19 memerlukan vitamin D yang cukup untuk mencegah kondisi kritis dan mempercepat proses kesembuhan. Vitamin D berfungsi dalam mengoptimalkan kerja sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus, atau pun bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Vitamin D yang tercukupi maka dapat meningkatkan kekebalan tubuh alamiah. Sistem kekebalan tubuh alamiah bisa mencegah badai sitokin terjadi. Saat terserang badai sitokin, itu disebabkan karena adanya zat-zat yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh adaptif. Vitamin D berperan menurunkan kekebalan tubuh adaptif, sehingga badai sitokin bisa menurun.

Nah, itu tadi info tentang Sitokin yang sangat penting bagi tubuh sekaligus bisa sangat berbahaya jika berlebihan jumlahnya.  Semoga kita selalu waspada agar tidak terpapar Covid-19, dan tidak mengalami badai sitokin yang kta bahas tadi.  Sehat-sehat yah Cantikstylish!

Baca :

 5 Tips Terhindar Dari Virus Covid-19 (Corona Virus) di Tempat Fitness atau Gym dan Salon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *